Discaimer: Konten singkat ini dibuat dengan AI chatbot
isinya ini:
Faktor-faktor pertumbuhan mikroba selama proses pengolahan pangan, (Part yang disingkat)
Ø Perubahan dan kerusakan makanan akibat aktivitas mikroba,
Ø Kelompok mikroba yang menyebabkan kerusakan makanan, (akhir partisi)
Slide 1 — Judul
Mikrobiologi Pangan: Pertumbuhan Mikroba, Kerusakan, dan Kontrol Industri
Slide 2 — Learning Outcomes
Mahasiswa mampu:
- Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mikroba di pangan
- Mengidentifikasi tanda kerusakan makanan akibat mikroba
- Mengenal mikroba spesifik penyebab kerusakan
- Menerapkan strategi pengendalian di lingkungan kerja pangan
Slide 3 — Pendahuluan
- Mikroba ada di semua makanan
- Tidak semua mikroba berbahaya; beberapa bermanfaat (fermentasi)
- Industri pangan harus meminimalkan risiko kerusakan
BAGIAN 1: FAKTOR PERTUMBUHAN MIKROBA
Slide 4 — Definisi Pertumbuhan Mikroba
- Peningkatan jumlah sel melalui pembelahan biner
- Dihitung dengan pertumbuhan eksponensial
Slide 5 — Fase Pertumbuhan
- Lag → adaptasi sel
- Log → pembelahan cepat
- Stasioner → nutrisi habis, akumulasi metabolit
- Death → jumlah sel menurun
Slide 6 — Faktor Intrinsik
- pH → bakteri optimal pH 6–7
- Aktivitas air (aw) → aw >0,90 bakteri, aw >0,80 kapang
- Nutrisi → protein, karbohidrat, lemak
- Struktur pangan → kulit, membran, lapisan pelindung
- Senyawa antimikroba alami → lisozim, allicin
Slide 7 — Faktor Ekstrinsik
- Suhu → mesofil, psikrofil, termofil
- Kelembaban lingkungan
- Oksigen → aerob/anaerob/fakultatif
- Waktu penyimpanan → cold chain penting
Slide 8 — Studi Kasus: Susu
- Susu segar vs susu UHT
- Susu segar mudah rusak → Lactobacillus, Pseudomonas
- Susu UHT → mikroba mati, lebih awet
Slide 9 — Studi Kasus: Daging
- Daging segar cepat rusak pada suhu kamar
- Bakteri proteolitik → bau busuk, lendir
- Refrigerasi memperlambat pertumbuhan
Slide 10 — Aktivitas Air (aw)
- aw = jumlah air bebas untuk mikroba
- Contoh:
- Makanan kering (aw <0,6) → relatif aman
- Daging basah (aw >0,95) → sangat cepat rusak
Slide 11 — Suhu
- Psikrofil → tumbuh di kulkas (0–20°C)
- Mesofil → tumbuh di suhu ruang (20–45°C)
- Termofil → tumbuh di makanan panas (>45°C)
BAGIAN 2: PERUBAHAN & KERUSAKAN MAKANAN
Slide 12 — Jenis Kerusakan
- Fisik → perubahan warna, tekstur
- Kimia → lipid oksidasi → tengik
- Biologis → fermentasi & dekomposisi mikroba
Slide 13 — Tanda Kerusakan Mikroba
- Bau asam atau busuk
- Tekstur berlendir atau lembek
- Warna abnormal
- Gas → pembengkakan kemasan
Slide 14 — Dampak Ekonomi
- Kehilangan produk → kerugian miliaran rupiah
- Recall produk pangan → reputasi industri
- Risiko hukum & kesehatan konsumen
Slide 15 — Kerusakan Susu
- Lactobacillus: asam laktat → rasa asam
- Pseudomonas: proteolitik → bau busuk
Slide 16 — Kerusakan Daging
- Bau busuk → Clostridium, Bacillus
- Lendir → Pseudomonas
- Perubahan warna → myoglobin teroksidasi
Slide 17 — Kerusakan Buah
- Browning → enzim polifenol oksidase
- Kapang → Penicillium, Aspergillus
- Tekstur lembek → aktivitas enzim mikroba
Slide 18 — Kerusakan Roti
- Kapang: bercak hijau/putih → Rhizopus, Aspergillus
- Ragi tidak diinginkan → gas berlebih, rasa asam
Slide 19 — Toksin Mikroba
- Clostridium botulinum → botulisme
- Aspergillus flavus → aflatoksin
- Staphylococcus aureus → enterotoksin
Slide 20 — Bakteri
- Contoh: Pseudomonas, Bacillus, Clostridium, Lactobacillus
- Karakter: cepat tumbuh, bau busuk, lendir
Slide 21 — Ragi (Yeast)
- Contoh: Saccharomyces, Candida
- Dampak: fermentasi tidak diinginkan, gas, bau alkohol
Slide 22 — Kapang (Mold)
- Contoh: Aspergillus, Penicillium, Rhizopus
- Dampak: bercak warna, berbulu, mikotoksin
Slide 23 — Studi Kasus Industri
- Roti → jamur: produksi Aflatoksin → recall
- Susu UHT → sterilisasi efektif mengurangi risiko
BAGIAN 4: PENGENDALIAN &
MONITORING
Slide 24 — Metode Fisik
- Pendinginan/Refrigerasi
- Pembekuan
- Pengeringan
Slide 25 — Metode Kimia
- Garam, gula → mengikat air
- Asam (cuka)
- Pengawet → natrium benzoat, sorbat
Slide 26 — Metode Termal
- Pasteurisasi → membunuh bakteri patogen
- Sterilisasi → memperpanjang umur simpan
Slide 27 — Sanitasi
- Kebersihan alat & lingkungan
- Pencegahan kontaminasi silang
Slide 28 — Monitoring Mikroba
- Biologi molekuler → PCR, DNA probe
- Kultur mikroba → jumlah koloni
- Sensor cepat → biosensor
Slide 29 — Critical Control Points (HACCP)
- Titik kritis dalam proses untuk mencegah pertumbuhan mikroba
- Contoh: pasteurisasi susu, penyimpanan daging
Slide 30 — Praktik Industri
- Cold chain untuk transportasi makanan
- Pengemasan vakum → mengurangi oksigen
- Pendeteksian cepat di laboratorium industri
Slide 31 — Dampak pada Konsumen
- Penyakit bawaan makanan → foodborne illness
- Keamanan pangan → kepercayaan konsumen
Slide 32 — Contoh Penerapan
- Minuman botol → pasteurisasi & seal rapat
- Daging segar → pendinginan cepat, kemasan atmosfer termodifikasi
- Roti → penggunaan pengawet alami dan pH kontrol
Slide 33 — Ringkasan
- Mikroba tumbuh dipengaruhi faktor intrinsik & ekstrinsik
- Kerusakan dapat berupa bau, rasa, warna, tekstur, gas, toksin
- Pengendalian memerlukan kombinasi metode fisik, kimia, dan prosedur industri
Slide 34 — Takeaways
- Pahami mikroba & faktor pertumbuhannya
- Identifikasi tanda kerusakan nyata
- Terapkan metode pengendalian sesuai standar industri


